source: google image
Sudah lama tidak menulis, dan sepertinya ada banyak hal yang perlu saya ceritakan nanti di postingan-postingan berikutnya (semoga). Sudah lebih dari dua tahun sejak saya menulis. Ada beberapa alasan yang sudah saya siap katakan untuk orang-orang yang bertanya "Mengapa sudah tidak menulis lagi?". Ya, alasan-alasan yang sebenarnya hanya mengindikasikan tidak adanya dorongan yang cukup kuat untuk menulis (lagi) di hari-hari kemarin.
Sampai beberapa saat lalu.
Komunitas "Blogger Kampus" beberapa hari lagu kembali melakukan meet up. Gerakan besar-besaran. menghidupkan lagi aktivitas komunitas yang pernah mati suri. Entah pada anggota-anggotanya, pengurusnya, bahkan pada projek buku kumpulan cerpen yang berusaha untuk secepatnya diterbitkan. Saya (lagi-lagi) tidak sempat hadir di beberapa pertemuan kemarin. Dengan berdalih "tidak diajak" di meet up pertama, atau "tidak sempat" menghadiri temu blogger hari kamis kemarin. Ya, sekali lagi semuanya hanya alasan-alasan yang bisa dengan mudah disanggah. Saya, kembali tertarik untuk menulis. Ada emosi yang tersalurkan melalui tulisan yang saya buat, di setiap frasenya. Ada ide-ide dan suara yang berusaha saya teriakkan melalui tulisan. Juga, ada sejarah yang berusaha saya ukir meski hanya sebuah guratan.
Saya ingin kembali menulis.
Seorang senior dari organisasi kampus dan juga salah satu pendiri Blogger Kampus sempat mengingatkan lewat percakapan singkap lewat sosial media, katanya sudah lama tidak melihat saya memosting di blogger yang refleks dijawab dengan sanggahan-sanggahan basi. Sampai dia sempat mengeluarkan kalimat dengan logat makassar sembari bercanda, "Ah, sudah tidak galau di'. Sekarang galaumu teralihkan. Biasanya di note, sekarang di bahu".
Mungkin karena sudah lupa, tapi memang dulu setiap kali ingin menulis saya langsung menulis di note untuk langsung di posting. Bahkan hampir tiap hari. Sekarang, ide-ide yang muncul kadang hanya sampai pada usaha untuk merangkaikannya di kepala. Sudah, sampai di situ saja. Tidak ada realisasi tulisan dalam bentuk yang nyata.
-----
Kembali lagi, selain karena dorongan dari orang-orang yang meyakinkan saya untuk kembali menulis, tujuan utama saya menulis kali ini sebenarnya berasal dari ketidakpuasan dengan pelayanan penyedia akun email Yahoo yang saya anggap menyusahkan. Sebagai pengguna akun sosial media yang aktif, saya punya dua akun email Yahoo yang saya gunakan untuk login Facebook dan Twitter. Keduanya aktif saya gunakan untuk keperluan sosial media dan untuk terkoneksi dengan beberapa website. Pun untuk email privasi, saya memilih untuk menggunakan Gmail.
Meski tidak aktif menggunakan kedua email Yahoo ini, sesekali saya masih login untuk melihat aktivitas atau sekadar membersihkan spam dan email subscribe beberapa website. Sore ini, saya berusaha untuk melakukan hal yang sama dengan berusaha login ke email tersebut. Ternyata, ada beberapa perubahan keamanan akun. Beberapa bulan lalu terdapat data yang kemudian disalahgunakan yang berasal dari email Yahoo pengguna. Untuk menghindari penyalahgunaan data, Yahoo kemudian mensyaratkan pengguna untuk mengganti password akun yang diberitahukan lewat email. Ini yang kemudian tidak saya tahu sama sekali. Kemudian, Yahoo juga telah menghapus pertanyaan rahasia untuk memperbaiki akun. Jadi, pengguna hanya akan diberikan akses konfirmasi mengganti password lewat akun recovery. Jika pengguna tidak dapat mengingat password pada kedua akun tersebut, maka tamatlah. Akun sudah tidak bisa diselamatkan.
Ada beberapa kesalahan yang memang saya lakukan. Pertama, saya lupa apakah pernah mengganti password salah satu akun. Tapi, meski berubah, saya memiliki pattern tertentu untuk membuat password. Seharusnya ini menjadi mudah untuk menebaknya, tapi tidak sama sekali. Kedua, saya yang jarang mengecek email Yahoo meski sering online pada sosial media lain pada akhirnya tidak tahu mengenai imbauan mengubah sandi tersebut. Kesalahan fatal saya adalah ingatan yang entah kenapa tiba-tiba memburuk ketika semua sandi yang mungkin sesuai saya coba masukkan tapi tidak sesuai sama sekali. Tak satupun. Dan ini benar-benar menyebalkan.
Hanya saja saya menyayangkan pusat pelayanan dari Yahoo yang sama sekali tidak membantu. Beberapa kali saya mencoba untuk recovery akun tapi hasilnya nihil. Tidak berhasil. Berusaha menghubungi kontak sosial media yang disediakan juga tidak ada gunanya. Tidak ada respon yang diberikan. Tidak ada balasan. Beberapa pengguna lain juga saya dapati mengeluhkan hal yang sama di sebuah forum diskusi. Tapi mereka juga tidak mendapatkan jawaban untuk pertanyaan dan keluhan mereka. Lalu, untuk apa menyediakan pusat pelayanan tersebut kalau pada akhirnya informasi hanya berjalan satu arah dan keluhan-keluhan yang diberikan hanya masuk kotak saran dari database penyedia layanan. Semacam mengumpulkan spam. Bahkan mungkin tak ada satupun keluhan yang benar-benar ditindaklanjuti kecuali itu suatu kejadian yang berdampak besar.
-----
Well, sepertinya semuanya hanya amarah yang perlu disuarakan. Karena entah bagaimana lagi mencoba untuk mengembalikan email saya. Untuk orang-orang dengan masalah serupa, bersabarlah. Mungkin saatnya untuk menggantai email. ;)

0 komentar:
Posting Komentar