Tentang Mimpi


Beberapa pekan lalu saya sempat bermimpi aneh. Dari sekian banyak mimpi yang biasanya saya ingat, ini adalah mimpi yang cukup berkesan. Saya pernah membaca sekilas tentang artikel yang membahas tentang mimpi. Katanya, orang dengan IQ tinggi cenderung memiliki mimpi yang cukup aneh, dan saya mencoba menjustifikasi mimpi yang biasa saya dapatkan dengan IQ. Tidak ada salahnya untuk berharap, kan.

Kembali lagi tentang mimpi. Entah kenapa, scene mimpi saya hampir mirip dengan keseharian saya di kampung inggris, Pare. Saya yang mengajar di salah satu kursusan IELTS disana, English Studio. Singkat cerita, ketika sedang di perjalanan pulang, saya tiba di sebuah danau. Saya ingat betul saya bersama seseorang, tapi entah siapa. Orang di dalam mimpi saya itu sedang menceritakan masalahnya kemudian saya memercikkan air di danau tersebut, membuatnya beriak. Tapi bukan scene itu yang membuat mimpi ini berkesan, tapi kalimat yang saya ucapkan setelahnya.

"Apakah kamu tau, masa lalu itu seperti air. Kamu bisa menyentuhnya, tapi tak bisa menggenggamnya. Kamu bisa mencoba untuk melukiskan apapun di atasnya tapi kamu tidak bisa melihat apapun"

Entah, kalimat ini menjadi kalimat yang saya ucapkan sebelum kemudian terbangun tiba-tiba. Penggambaran saya (di dalam mimpi) tentang masa lalu, yang kemudian coba saya interpretasikan. Bagaimana kita bisa menyentuh air (mengenang masa lalu) tapi tak bisa menggenggamnya (tidak punya kontrol atas masa lalu tersebut), kemudian kita bisa saja mencoba untuk melukis di atasnya (mencoba untuk mengubah masa lalu) tapi tak bisa melihat apapun (tidak mungkin bisa dilakukan).

Kalimat ini seharian ada di pikiran saya, membuat saya mencoba untuk bermuhasabah, mengevaluasi diri. Mungkin secara tidak sadar ada banyak penyesalan-penyesalan saya mengenai masa lalu, dan alam bawah sadar saya telah bersikeras untjk mencoba (sekali lagi) menguatkan saya. Apa yang saya lakukan sekarang tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu, sedikitpun. Tapi ini harusnya bukan jadi sebuah alasan untuk mengubah eksistensi "perjuangan" saat ini, karena apa yang saya lakukan sekarang akan menentukan bagaimana saya di masa depan.

Addiction - Jatuh Cinta dan Tersakiti (Lagi)

source: google image                            

Beberapa minggu terakhir entah kenapa saya jatuh cinta sama ahjussi yang satu ini. Beberapa orang yang sealiran dengan saya (read: korean lover) biasa menyebutnya sebagai "ahjussi rasa oppa". Ahjussi adalah bahasa korea yang berarti paman atau om, sedangkan oppa adalah panggilan yang digunakan oleh perempuan untuk memanggil kakak laki-laki atau sebagai panggilan sayang ke pacar (CIE). So literally, "ahjussi rasa oppa" itu istilah untuk idol atau aktor korea yang sudah termasuk tua dan masih berasa seperti kakak. Ya, bisa dibilang om-om berasa kakak.

Sosial Media dan Service Center

 
source: google image                             

Sudah lama tidak menulis, dan sepertinya ada banyak hal yang perlu saya ceritakan nanti di postingan-postingan berikutnya (semoga). Sudah lebih dari dua tahun sejak saya menulis. Ada beberapa alasan yang sudah saya siap katakan untuk orang-orang yang bertanya "Mengapa sudah tidak menulis lagi?". Ya, alasan-alasan yang sebenarnya hanya mengindikasikan tidak adanya dorongan yang cukup kuat untuk menulis (lagi) di hari-hari kemarin.

Sampai beberapa saat lalu.
-----